Bandung, Beritainspiratif.com – Apabila kita ingin menikmati hidangan sajian ala timur tengah di Bandung kita bisa berkunjung ke kafe The Food Opera yang berada di Jalan Gandapura No 27 Bandung (kekiri seputaran Taman Pramuka).

Kafe ini menyajikan menu khas Timur Tengah dengan menyajikan makanan andalannya nasi kebuli (beras arab/local) dan dishes kambing bakar.

Menu yang disiapkan disini memang ala Timur Tengah, akan tetapi rasanya sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia, sehingga membuat rasanya begitu pas di lidah kita semua, dan nikmat sekali.

Selain itu disini tersedia juga Nasi Biryani dan Nasi Mandhi kesemuanya terasa enak dan tidak eneg di lidah, anda pasti penasaran.....ayo datang.

Sambil menunggu Tsania pegawai Kafe yang hendak ditemui (Tsania merupakan Alumni Fikom Unpad Bandung yang bertanggungjawab dalam mempublikasikan café ini), saya pun berkeliling melihat suasana sekitar Kafé.

Ruangan di The Food Opera terlihat besar-besar dan berkesan cukup mewah. Walau berkonsep kafe tetapi kemewahan sebuah resto dengan menu Timur Tengah lekat terasa.

Beberapa ruangan, ada disini terdiri ruangan privat di lobi dan ruangan di lantai dua, ada juga ruangan lesehan dengan nuansa gambar ruangan ala padang pasir, ada pula ruang tengah yang besar dan smoking area.

Kafe ini sangat cocok untuk rombongan kantor makan siang disini. Ruangan yang tersedia disinipun dapat dipergunakan bagi komunitas organisasi yang hendak melakukan rapat/meeting sambil menikmati sajian, dan kamipun menyediakan infocus dan peralatannya.

Untuk minumannya tersedia Kimoino, paduan antara buah naga dan kiwi rasanya enak banget, disamping kopi / teh arab dengan kombinasi the, susu, rempah dan jahe yang hangat, kami coba dalam percakapan ini.

Selain itu, tersedia pula Soup Roti Jala Kari Kambing, dan bila ingin sedikit pedas bisa juga dicoba soup Sourbah Laham, yang enak di lidah.

The Food Opera itu tempat kuliner yang recommended bagi teman-teman. Selain tempatnya yang nyaman dan elegan, rasanya juga juara.

The Food Opera di Bandung akan mengikuti kesuksesan The Food Opera Pekan Baru yang sudah di buka dan laris manis.

Harganya? Ada rasa ada harga, meski tidak mahal harganya tidak bisa dibilang murah juga sih. Tapi dibandingkan dengan Resto dengan menu khas Timur Tengah lainnya, The Food Opera yang bergenre kafe lebih ramah di kantong.

Sedangkan untuk rasa dan kenyamanan tempat The Food Opera tidak kalah dengan tempat kulineran khas Timur Tengah Arab yang bergenre resto tapi santai.

Bumbu masakan disini selain diperoleh dari pasar tradisional, beberapa bumbu arab juga didatangkan, karena tidak ada di pasaran.

Kamipun berhasil ditemui oleh Tsania (pernah PKL di Humas BI Jabar), didampingi Reza sang Marketing Kafe (mantan marketing handal sebuah hotel terkenal di Bandung), dan dari pembicaraan yang mengalir, kamipun berhasil mendapat penjelasannya.

Dikatakan, Reza yang bertanggungjawab terhadap pengembangan usaha Kafe ini, bahwa soft launching kafe ini baru dilaksanakan menjelang lebaran kemarin, dan belum dilakukan Grand Launching.

Perkembangan konsep kedepan kita akan mengikuti pola sajian tematik, artinya satu resto opera akan menyajikan satu khas makanan, (tidak berbagai variasi makanan), menu arab saat ini paling digemari sebagaimana kafe yang kami buka di Pekanbaru.

Operanya tetap ditampilkan pada saat penyajian kepada pengunjung dengan atraksi seperti menyiram saus didepan tamunya, ungkap Reza yang pernah menyajikan makanan di BI Jabar pada saat kunjungan Mahatir Muhammad ke Bandung.

Untuk event-event besar kami juga dapat masuk dan tampil di stand booth yang disiapkan panitia, kami siap tampil di event Perbankan dengan memberikan free coffee break untuk acara meeting sebagai promo dan perkenalan.

Kedepan akan dilakukan promo dengan pilihan melakukan promo ke komunitas/perusahaan atau Grand Launching yang direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan September 2018, kita tunggu tanggal mainnya.

Ditambahkan oleh Tsania bulan depan kita akan melakukan promo melalui pemberian diskon dan membership di Car Free Day (CFD) Dago pada Minggu, (19/8/2018, selain promo melalui komunitas yang ada di medsos tetap kita lakukan, menutup pembicaraan.

Yanis