Probolinggo, beritainspiratif.com - Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) TNI AL kini memiliki peralatan baru berupa Gunnery Firing Range (GFR).  GFR terdiri dari Sewaco (Sensor, Weapon, and Command) layaknya kapal perang yang dapat digunakan untuk latihan menembak dengan meriam, tanpa harus mengoperasikan kapal perang di laut sehingga sistem ini dapat dipergunakan secara intensif oleh TNI-AL. 

Selain itu, sistem ini juga dapat menjadi laboratorium untuk pengembangan doktrin tempur TNI-AL. 

GFR terpasang di Pusat Penembakan Kodikopsla Kodiklatal, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Peralatan canggih ini akan digunakan Kodikopsla untuk fasilitas pelatihan, mulai awal 2020 mendatang. 

Aslog Kasal, Laksda TNI Moelyanto  mengatakan, memiliki sarana prasarana yang dapat mengasah manajemen tempur prajurit, adalah sebuah mimpi besar.

Ini merupakan kerjasama dan inovasi yang luar biasa antara TNI AL dan PT Len Industri. Sebelumnya latihan hanya dengan artileri darat saja, setiap kegiatan membawa meriam dari Surabaya ke Paiton. 

"Ini tidak dapat dinilai dengan materi, karena nanti untuk membangun SDM," katanya di Paiton, Jum'at (6/12/2019).

Sementara itu Komisaris Utama PT Len Industri (Persero), Laksda (Purn) Leonardi  menuturkan, GFR sudah menggunakan CMS atau Combat Management System buatan para insinyur Len. 

"Kita yang mengintegrasikan sensor-sensor dan persenjataannya ke CMS, pekerjaan sipilnya juga. Kita mulai mengerjakan proyek ini sejak tahun 2018.  Kedepan rencananya GFR akan dilengkapi dengan Meriam 57mm," ujarnya.

PT Len Industri bersama Mabes TNI AL, Dinas Persenjataan dan Elektronika AL (Dissenlekal), dan Tim Dinas Kelaikan (Dislaik) sudah melakukan uji fungsi sistem ini dengan penembakan OTO Melara meriam 76 mm.

"Pembangunan fasilitas ini terbagi dalam 2 kontrak yaitu bangunan dan sistem Sewaco. Saya rasa local conten-nya sudah cukup tinggi di kisaran 60 %," imbuh Leonardi.

(Ida)