PLTA Jatigede Sumedang / Foto: IST
BERITAINSPIRATIF.COM - Presiden Prabowo Subianto, meresmikan PLTA Jatigede, Senin (20/1/2025). PLTA Jatigede di Kabupaten Sumedang menjadi satu di antara 26 pembangkit listrik yang diresmikan secara serentak di 18 provinsi seluruh Indonesia.
Peresmian PLTA Jatigede di Sumedang Jawa Barat meningkatkan Renewable Energy Certificate (REC).
Sehingga akan semakin mendorong minat investor masuk ke Jabar, karena dukungan energi listrik hijau menjadi salah satu syarat dari investor asing masuk ke Jabar.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede sendiri ditesmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Januari 2024, menjadi langkah penting dalam meningkatkan bauran energi hijau nasional.
Dengan kapasitas sebesar 110 MW, PLTA Jatigede tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi sektor industri dan bisnis di Indonesia untuk bersaing di pasar global.
“Dengan tambahan pasokan energi hijau dari PLTA Jatigede, kesempatan bagi industri dan bisnis untuk mengglobal semakin terbuka lebaran. Layanan Renewable Energy Certificate (REC) yang kami sediakan memungkinkan pelanggan memastikan penggunaan energi bersih, meningkatkan daya saing mereka di pasar internasional yang semakin terfokus pada keinginan,” ujar General Manager PLN UID Jawa Barat, Agung Murdifi dalam siaran persnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Salah Satu Proyek Energi Terbesar Dunia
PLN UID Jawa Barat siap menyalurkan energi hijau ini melalui layanan REC yang dapat dinikmati oleh berbagai segmen pelanggan di Jawa Barat, seperti rumah tangga, sosial, pemerintah, bisnis, dan industri. Layanan ini dirancang untuk mendukung transformasi sektor energi sekaligus mendorong daya saing industri nasional di kancah global.
PLTA Jatigede melengkapi deretan pembangkit berbasis energi terbarukan yang mendukung layanan REC PLN, seperti PLTP Ulubelu, PLTA Cirata, PLTP Kamojang, PLTM Lambur, PLTA Bakaru, PLTP Lahendong, PLTP Ulumbu, dan PLTA Orya Genyem. Tambahan pasokan ini juga sejalan dengan target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada Tahun 2060.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan bauran energi hijau di Jawa Barat. Dengan layanan listrik berbasis energi terbarukan, PLN memberikan solusi bagi pelanggan yang ingin mendukung keinginan sekaligus memperkuat posisi bisnis mereka di pasar global,” tambah Agung Murdifi.
Baca Juga: Mulai 2025, Pemeliharaan PJU dan PJL di Kota Bandung Ditangani oleh PT Haleyora Powerindo
Sepanjang Tahun 2024, layanan REC PLN di Jawa Barat telah dinikmati oleh 207 pelanggan atau meningkat 38,9% dibandingkan Tahun 2023 yang berjumlah 149 pelanggan. Pelanggan REC sebagian besar berada di wilayah Karawang, yang merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.
Transaksi REC juga mengalami kenaikan signifikan, dengan total 1.339 transaksi yang mencakup 1,66 juta unit REC. Pertumbuhan tahunan (YoY) transaksi REC mencapai 151%, sedangkan pertumbuhan unit REC sebesar 148%. Angka ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran pelanggan akan pentingnya energi bersih untuk keberlanjutan bisnis mereka.
REC adalah sertifikat energi terbarukan yang memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa listrik yang digunakan berasal dari sumber energi terbarukan. Melalui REC, pelanggan tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga memenuhi standar global dalam hal penggunaan energi bersih.