Pemkot Bandung akan Tertibkan Parkir Liar

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono saat di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rabu 17 April 2024 / Humas Kota Bandung


Kota Bandung, Beritainspiratif.com - Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menindak tegas parkir liar di Kota Bandung.

Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera melakukan indentifikasi dan melakukan penanganan secara persuasif.

"Soal parkir liar ini adalah PR yang tentunya harus bisa diselesaikan. Identifikasi dulu persoalannya, kemudian penanganannya. Itu persuasif dan tidak menutup kemungkinan ada penanganan yang lebih," kata Bambang di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rabu 17 April 2024.

Baca Juga: 15 Persen ASN Kota Bandung Terapkan WFH, Pj Wali Kota Pastikan Pelayanan Berjalan Prima

Ia mengatakan, persoalan parkir liar ini harus segera diselesaikan karena akan berdampak kepada ketertiban kota. Apalagi Kota Bandung terkenal sebagai kota jasa dan pariwisata yang tentunya dapat berdampak juga kepada sektor pariwisata.

"Parkir liar atau getok parkir itu berdampak pada wisatawan. Kenyamanan itu adalah hal yang utama. Kita coba uraikan persoalannya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga akan menindak tegas apabila ditemukan adanya keterlibatan oknum ASN dengan parkir liar di Kota Bandung.

"Manakala kita bicaranya soal ASN kota, tentunya ada sebuah aturan. Kita akan tindak jika ada keterlibatan," ungkapnya.

Baca Juga: Pj Gubernur: Pungutan Liar di Masjid Al Jabbar Momentum Sikat Pungli di Jabar

Bambang juga mengimbau kepada masyarakat untuk parkir di tempat parkir resmi dan melaporkan bila terjadi penyelewengan terkait tarif parkir.

"Edukasi kepada warga dan kepada siapapun harus terus dilakukan. Mari kita sama-sama selesaikan," kata dia.

Ia optimis dengan kerja kolaboratif semua pihak persoalan parkir liar akan dapat segera tertangani dengan baik.

"Saya merasa optimis, teman-teman Dinas perhubungan dan tentunya juga kolaboratif dengan mitra lainnya bisa mengurai potensi-potensi masalah," ujarnya. **

Lihat Berita dan Artikel lainnya di: Google News 

Berita Terkait