BERITAINSPIRATIF.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik dan mengambil sumpah 754 orang calon perwira remaja (capaja) Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pelantikan dilakukan pada upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2022, Kamis (14/07/2022), di Halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Para perwira yang dilantik terdiri atas 292 perwira dari Akademi Militer (Akmil), 107 perwira dari Akademi Angkatan Laut (AAL), 109 perwira dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 246 perwira dari Akademi Kepolisian (Akpol).

Diantara Perwira TNI AD yang dilantik tersebut terdapat nama Letda Arh Imron Ichwani yang merupakan anak pedagang tukang bubur.

Imran kini sukses mengangkat derajat kedua orangtua dan dengan kerendahan hati banyak mengucap syukur tiada henti lantaran Impiannya menjadi perwira TNI terwujud.

"Saya sangat bersyukur karena alhamdulillah pada hari ini, apa yang saya cita-citakan terwujud," ujarnya, dikutip dari video youtube unggahan @tni_angkatan_darat.

Baca Juga: Menpora: Stadion GBLA Layak Digunakan Persib Bandung pada Liga 1 2022/2023

Usai pelantikan rasa gembira Imran tampak saat melihat sang ibunda  tengah menghampirinya, dan Imran langsung mencium kaki sang ibu serta mendapatkan pelukan hangat yang penuh  haru dari sang ibunda.

Imran mengucap terima kasih atas didikan dan kasih sayang sang ibu sehingga mampu mengantarkan dirinya menuju kesuksesan saat ini. 

"Dan saya tentu tidak sendiri. Sampai di detik ini, saya tidak usaha sendiri. Ada orang-orang tercinta yang mendukung dan mengingatkan saya untuk selalu bersyukur," ujarnya.

"Teruntuk ibu saya, terima kasih atas nasihat dan didikannya hingga saat ini saya jadi perwira," imbuhnya.

Baca Juga: Kasad Jadi Warga Kehormatan Utama Masyarakat Adat Dayak

Imran dan Keluarga tinggal di rumah mungil di Jalan Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Ayah Imran merupakan penjual bubur ayam keliling dengan pendapatan setiap harinya sekitar Rp50 ribu. Dia menjajakan dengan sepeda motor sejak pukul 5.00 Wib pagi hingga malam.

Bagi Sugeng Suroso, sang ayah, menjadi anggota militer merupakan hal yang berat. Dia merasa kecil hati, menganggap bahwa hanya anak-anak dari kota besar saja yang bisa menjadi Taruna Akmil.

Imran sendiri merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Imran dikenal tekun belajar dan rajin ibadah di mata teman-teman dekatnya.

Kerap menjadi teladan bagi teman yang lain. Sejak duduk di bangku SMP, Imran tak berhenti menorehkan prestasi. Dirinya juga pernah menjadi peserta olimpiade matematika tingkat provinsi.

Di SMA Negeri 1 Purwokerto, dia terus mengasah kemampuan dengan mengikuti beragam aktivitas ekstra-kurikuler. Serta aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibraka.

Imran ingin sukses meraih cita-citanya menjadi seorang Jenderal dengan  berkaca pada Kasad Jenderal TNI Dudung AR  yang merupakan  anak seorang loper koran.

“Jika anak loper koran bisa jadi jenderal, saya ingin buktikan anak pedagang tukang bubur pun bisa jadi jenderal,” ungkap Letda Imron di akun Youtube TNI AD.

(AA)

Baca Juga: