Penggunaan Teknologi Baterai Lebih Efektif Dari Tenaga Surya



Bandung, Beritainspiratif.com-Pemakaian teknologi baterai ternyata dinilai lebih efektif secara ekonomi dibandingkan penggunaan teknologi dengan sistem tenaga surya.

 

Direktur eksekutif dari Clean Energy Council, Kane Thornton, Rabu (14/3) mengatakan di sejumlah negara, baterai surya sudah bisa menutup biayanya sendiri.

 

"Baterai berada sedikit di belakang tenaga surya, jadi jelas sekali harga surya telah  turun secara dramatis dalam 10 tahun terakhir," ujarnya.

 

Sekarang benar - benar baru memulai gunakan teknologi baterai.

 

"Jadi dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat 1,8 juta rumah dengan panel surya mempertimbangkan teknologi baterai, karena biaya dan secara ekonomi akan membuat lebih baik," katanya.

 

Sekitar 20 ribu baterai rumah sudah dipasang di Australia tahun lalu, yang mana jumlah ini tiga kali lipat dibanding tahun 2016, tapi masih dibawah panel Surya.

 

Disaat Australia memimpin dunia dengan banyaknya penggunaan tenaga surya di atap-atap rumah, sejumlah pakar mengatakan akan terlalu banyak tenaga yang dihasilkan dan pemerintah tidak punya pilihan, kecuali memotong subsidi.

 

Dari catatan pemerintah menunjukan ada 3,5 juta panel surya yang dipasang di atap-atap rumah pada tahun 2017, artinya rata-rata 10 ribu panel perhari.

 

Angka ini meningkat 41 persen dibandingkan tahun sebelumnya, karena didorong panel solar yang lebih murah dari China dan meningkatnya tarif listrik.

 

Saat ini satu dari lima rumah tangga di Australia menghemat uang dari tagihan listrik dengan 'menjual kembali' daya listrik yang tak terpakai.

 

Tony Wood, Direktur program energi dari Grattan Institute mengatakan alasan yang mendorong kuat bagi warga untuk mengadopsi panel solar adalah "karena mereka ingin berhemat".

 

Tapi meski industri solar sedang berkembang pesat, Tony memperingatkan akan adanya tantangan yang akan dihadapi.

 

"Kita akan menuju satu titik dimana jumlah energi yang diproduksi di siang hari akan sangat banyak hingga mulai berdampak pada stabilitas jaringan listrik."

 

"Jadi apa yang kita lakukan dengan listrik yang tidak kita butuhkan di siang hari?"

Tony mengatakan akan ada masanya disaat terlalu banyak listrik untuk dikonsumsi, sehingga nilainya akan berkurang."

 

Hal ini akan menjadi masalah bagi orang-orang yang dibayar untuk memproduksinya.

 

Tony tidak dapat memprediksi pasti kapan waktunya akan tiba, tapi ia mengatakan ini akan menjadi akhir dari era tenaga listrik yang dihasilkan panel Surya.

 

"Pemerintah yang sudah senang dengan mendukung tenaga Surya mulai berpikir, membayar listrik di siang hari saat kita tak membutuhkannya sebenarnya adalah hal yang tidak efesien, mungkin kita harus menghentikannya," ujarnya.

 

Jadi kita perlu mencari jalan keluar dan mungkin satu-satunya adalah menggunakan persediaan baterai".

Penentuan tarif listrik sesuai permintaan. Saat dikombinasikan dengan unit baterai di rumah-rumah, listrik dari tenaga surya yang dikumpulkan di siang hari bisa disimpan dan digunakan di pagi dan malam hari.

 

Tony mengatakan perubahan harga tarif listrik berdasarkan permintaan bisa mengubah industri baterai.

 

"Kita membuat listrik menjadi sangat mahal saat sedang langka dan sangat murah saat kelebihan, ini membuat orang terdorong untuk mencobanya. (Kaka)

Berita Terkait