Ilustrasi kota suara / dok. pngtree
BERITAINSPIRATIF.COM - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Karawang yang digelar Minggu (28/12/2025) menjadi sorotan nasional.
Tidak hanya mencatatkan sejarah baru dalam transformasi digital melalui sistem elektronik ( pilkades digital ), pesta demokrasi tingkat desa ini juga menuai apresiasi karena tingginya tingkat partisipasi dan pelayanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Hal tersebut terungkap saat kunjungan peninjauan langsung Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Jawa Barat, Ade Afriandi, di sejumlah lokasi pemungutan suara di 9 desa penyelenggara.
Baca Juga: Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026
Terobosan Pilkades Digital: Hemat Anggaran Hingga 90 Persen
Dalam bayangannya, Ono Surono menyebut kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang ini sebagai tonggak sejarah efisiensi birokrasi. Ia menyoroti penghematan anggaran yang signifikan dibandingkan metode konvensional.
“Penerapan sistem elektronik ini berawal dari kepedulian kami terhadap biaya penyelenggaraan yang cukup mahal. Satu TPS secara konvensional bisa menghabiskan Rp25 juta. Dengan sistem elektronik ini, kita bisa menghemat hingga sepersepuluhnya saja per TPS atau hemat biaya 90%,” ujar Ono Surono.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat ini menegaskan bahwa efisiensi dana tersebut harus dikembalikan kepada rakyat.
“Efisiensi ini bisa dikhususkan untuk program pembangunan yang nyata, misalnya perbaikan infrastruktur desa,” tambahnya.
Berbeda dengan uji coba sebelumnya di Indramayu yang hanya satu TPS per desa, di Karawang sistem ini diterapkan secara menyeluruh. Ono menilai sistem ini aman karena berjalan secara offline dan layak menjadi pilot project nasional.
“Jika di tingkat desa dengan dinamika politik yang paling sensitif saja bisa berhasil, maka sangat mungkin diterapkan ke Pemilu Legislatif, Pilpres, hingga Pilkada,” tegasnya.
Partisipasi Tembus 91%
Sementara itu, Kepala DPMDesa Jabar, Ade Afriandi, mengapresiasi kedewasaan demokrasi warga Karawang. Berdasarkan data rekapitulasi sementara, tingkat partisipasi masyarakat menembus angka rata-rata di atas 80 persen.
“Partisipasi pemilih di Desa Cadaskertajaya mencapai angka fantastis 91% dari 2.478 pemilih. Sementara Desa Balongsari mencatatkan kehadiran 84,11% dan Desa Tanjungmekar sebesar 82%,” papar Ade berdasarkan data pemantauan hingga pukul 15.00 WIB.
TPS Humanis dan Ramah Disabilitas
Selain antusiasme yang tinggi, aspek inklusivitas menjadi poin evaluasi positif. Ade mencontohkan praktik baik ( best practice ) di Desa Wanakerta, di mana panitia menyediakan fasilitas khusus dan layanan jemput bola bagi warga berkebutuhan khusus.
“Seperti di Wanakerta, TPS-nya sudah ramah penyandang disabilitas. Ada langkah konkret dari KPPS, misalkan menyediakan kursi roda ataupun petugas khusus yang siap mengantar dan membantu pemilih penyandang disabilitas maupun lansia. Ini inisiatif kemanusiaan yang patut dicontoh,” jelas Ade.
Baca Juga: Dankorbrimob Polri Kukuhkan 21 Pejabat Pati dan Pamen Korbrimob Polri, Berikut Daftarnya!
Mendorong Pemimpin Visioner di Wilayah Industri
Menutup pengamatannya, Ono Surono berharap modernisasi sistem pemilihan dan tingginya partisipasi warga ini mampu melahirkan pemimpin desa yang berkualitas, khususnya dalam menghadapi tantangan di wilayah industri seperti Perawang.
“Kabupaten Karawang adalah wilayah dengan potensi industri yang sangat pesat, namun masih menghadapi permasalahan seperti kemiskinan. Harapan saya, terpilih kepala desa yang visioner, yang mampu mengoordinasikan segala peluang dan menyelesaikan permasalahan di desanya dengan sebaik-baiknya,” pungkas Ono.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimis Pilkades Karawang ini akan menjadi standar baru penyelenggaraan demokrasi desa yang lebih praktis, hemat, humanis, namun tetap menjaga keutuhan dan nilai-nilai Pancasila.