SBM ITB bersama PLN Gelar HCM Talks Ke-5 Bahas Efisiensi pada Aspek Human Capital

Dekan SBM ITB Aurik Gustomo bersama Yusuf Didi Setiarto / dok. SBM ITB


BERITAINSPIRATIF.COM - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) menyelenggarakan HCM Talks kelima pada Februari 2026. Mengusung tema “Navigating the Future of Human Capital: Business and Organizational Streamlining through Lean HR and People Analytics”, forum ini membahas peran strategis human capital dalam mendorong pertumbuhan dan transformasi organisasi di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks.

Ketua Kelompok Keahlian People and Knowledge Management (KK PKM) SBM ITB, Prof. Dr. Henndy Ginting, S.Psi., M.Si.Psikolog., dalam sambutannya menekankan bahwa human capital merupakan key enabler bagi keberhasilan organisasi. “Human capital memang bukan bisnis inti, tetapi tanpa human capital, seluruh aset dan strategi bisnis tidak akan memiliki makna. Oleh karena itu, kemampuan untuk menavigasi dinamika dan evolusi HR menjadi sangat penting bagi keberlanjutan bisnis,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan SBM ITB Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T. menegaskan bahwa isu streamlining tidak dapat dilepaskan dari efisiensi yang berorientasi pada pertumbuhan. “Efisiensi bukan berarti memundurkan peran manusia menjadi sekadar sumber daya (human resource), melainkan bagaimana human capital diarahkan ke area ambidextrous organization, yaitu mampu menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus mendorong eksplorasi, inovasi, dan pengembangan teknologi baru,” jelasnya.

Baca Juga: SBM ITB Sematkan Penghargaan 'Anugerah Avirama Nawasena 2026' Ini Daftar Penerimanya!

Dari perspektif praktisi, Director of Legal and Human Capital Management PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi ruang strategis untuk mempertemukan konsep ideal dengan realitas operasional. “Forum ini memiliki peran penting dalam memberikan pemikiran kritis dan praktik terbaik yang selaras dengan kebijakan negara serta kepentingan pemegang saham,” ucapnya.

Sementara itu, Senior Director HC Talent Management & Culture of Danantara Asset Management, Wiwik Wahyuni, menambahkan bahwa streamlining tidak semata-mata tentang efisiensi dan konsolidasi struktur. Lebih dari itu, langkah ini merupakan fondasi strategis dalam membangun kepemimpinan dan sistem organisasi yang mampu menjadikan Indonesia kompetitif secara global dan berkelanjutan secara nasional.

Diskusi juga menyoroti tantangan aktual BUMN, di mana sekitar 52% BUMN pada 2024 mencatatkan kerugian hingga Rp50 triliun akibat proses berlapis, pendekatan silo, fragmentasi talenta, dan lemahnya perencanaan bisnis. Menjawab kondisi tersebut, Danantara Asset Management mendorong konsolidasi dan penyederhanaan organisasi, dengan target sekitar 80% BUMN disederhanakan secara struktural, bukan untuk perampingan organisasi, melainkan agar perusahaan dapat lebih fokus secara strategis dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pemdaprov Jabar Siapkan 60 Posko Mudik Lebaran 2026

Forum ini menegaskan bahwa restrukturisasi organisasi tidak cukup hanya dilakukan pada sisi struktur semata, tetapi harus dibarengi dengan disiplin proses yang kuat dan terarah. Proses tersebut dijalankan melalui empat langkah utama, yaitu peninjauan fundamental bisnis secara menyeluruh, restrukturisasi keuangan dan model bisnis, konsolidasi serta penyederhanaan proses bisnis, hingga implementasi perjalanan transformasi yang pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan nilai tambah (value creation) bagi perusahaan.

“Perampingan organisasi merupakan proses panjang yang tentu akan diiringi berbagai dinamika dan resistensi. Namun, tujuannya bukan sekadar optimalisasi jangka pendek, melainkan penciptaan nil yang nyata dan berkelanjutan. Kami berharap ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat industrialisasi, serta menjaga kesehatan BUMN secara berkelanjutan.” tutup Wiwik pada keynote speechnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Buka Mudik Gratis 2026 Siapkan 3.040 Tiket dan 74 Bus, Ini Rutenya!

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan BP BUMN Wahyu Setyawan menyoroti kompleksitas yang dihadapi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjalankan agenda transformasi. Ia menyampaikan bahwa banyaknya BUMN yang berdiri sejak masa Hindia Belanda turut membentuk struktur dan tata kelola yang kompleks hingga dan membutuhkan pemetaan stakeholders yang banyak.

Sesi HCM Talks ke-5 sendiri dibagi ke dalam tiga panel utama. Panel pertama membahas pendekatan strategis organizational streamlining sebagai fondasi keberlanjutan bisnis. Panel kedua menyoroti pergeseran mindset strategis dan peran Lean HR dalam mendukung transformasi organisasi, khususnya di lingkungan BUMN. Sementara itu, panel ketiga berfokus pada adopsi teknologi, pemanfaatan people analytics, serta peran komunikasi dan kepercayaan (trust) dalam memastikan keberhasilan proses transformasi dan penyederhanaan organisasi.

Acara ini juga bekerja sama dengan Populix yang memaparkan hasil survei terhadap karyawan BUMN oleh Jonas Danny Margan Kamardi selaku Assistant Vice President of HR Populix. Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum karyawan mendukung inisiatif streamlining yang dijalankan.

“Namun demikian, masih terdapat kekhawatiran emosional yang dirasakan oleh sebagian karyawan, terutama terkait perubahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, seperti penyesuaian jumlah karyawan (rightsizing) dan penyesuaian kinerja,” jelas Jonas.

Melalui interaksi berkelanjutan antara akademisi dan praktisi, SBM ITB dan PLN optimistis bahwa agenda streamlining dapat menjadi fondasi pertumbuhan BUMN yang berkelanjutan dan relevan di masa depan.

Lihat Berita dan Artikel lainnya di: Google News 

Berita Terkait