TPA Sarimukti / Diskominfo
Kota Bandung, Beritainspiratif.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghentikan sementara layanan pengangkutan sampah selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (1–3 Mei 2026), menyusul habisnya kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, kuota pengangkutan sampah yang dialokasikan untuk Kota Bandung telah mencapai batas maksimal pada Kamis, 30 April 2026.
“Kuota pengangkutan sampah kita untuk hari Kamis ini sudah habis. Jumat, Sabtu, Minggu kita tidak bisa melakukan pengangkutan lagi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung.
Baca Juga: Akhir 2026 TPA Sarimukti Tutup, Kota Bandung Targetkan 600 Ton Sampah/Hari Terolah
Seiring dengan kondisi tersebut, seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Bandung resmi ditutup mulai Kamis malam. Selama periode penghentian sementara, TPS tidak akan menerima sampah baru.
Pemkot Bandung menginstruksikan seluruh lurah untuk berkoordinasi dengan RT dan RW guna mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat wilayah selama tiga hari ke depan.
“Maka semua lurah harus berkoordinasi dengan RW untuk melakukan pengolahan lebih intensif. TPS sudah kita tutup, jadi tidak bisa lagi membuang sampah ke sana,” katanya.
Pemkot Bandung memperkirakan potensi penumpukan sampah dapat mencapai sekitar 5.000 ton apabila tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan.
Warga diimbau untuk mengelola sampah secara mandiri, khususnya untuk sampah organik, melalui berbagai metode seperti pengomposan atau pengolahan berbasis lingkungan.
Baca Juga: SPMB Kota Bandung Dibuka 4 Mei-13 Juli 2026, Ada Sistem Baru dan Belajar 2 Shift
Saat ini, kapasitas pengelolaan sampah di Kota Bandung masih terbatas. Pengolahan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan, termasuk melalui program maggot dan Kang Pisman, baru mampu menangani sekitar 22 persen dari total sampah harian.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan skala besar seperti insinerator baru mampu mengolah sekitar 150 ton sampah per hari. Secara keseluruhan, total kapasitas pengelolaan sampah yang tersedia saat ini mencapai sekitar 400 ton per hari.
Sementara itu, sebagian besar sampah masih bergantung pada pengiriman ke TPA Sarimukti dengan kuota sekitar 980 ton per hari. Namun, sistem kuota mingguan menyebabkan jatah tersebut telah habis sebelum akhir pekan.
“Pengiriman baru bisa dilakukan kembali pada hari Senin karena kuota mingguan sudah habis hari ini,” jelas Farhan.
Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Pengelolaan Sampah, untuk mendapatkan arahan dan solusi dalam penanganan kondisi ini.
Lihat Berita dan Artikel lainnya di: Google News