Sekda Jabar Herman Suryatman saat Halal Bihalal IPHI Jabar 2026 berlangsung di Bale Gede, Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (18/4/2026) / IPHI
BERITAINSPIRATIF.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menegaskan pentingnya sinergi dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Barat dalam menghadapi tantangan strategis daerah, terutama di bidang ekonomi, mitigasi bencana, dan kesehatan psikis masyarakat.
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah/Sekda Pemprov Jabar Herman Suryatman dalam Halal Bihalal IPHI Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Bale Gede, Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (18/4/2026).
Herman menekankan, visi Jawa Barat Istimewa tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti IPHI.
“Kita perlu rempug jukung sauyunan. IPHI memiliki kekuatan sosial dan spiritual yang besar untuk ikut menyelesaikan persoalan ekonomi, kebencanaan, dan kesehatan psikis masyarakat. Sebab anggotanya terbukti berhaji atau masuk kategori masyarakat aghniya (mampu, red),” ujarnya.
Baca Juga: IPHI Jabar Dukung Pansus Haji dan Kritik Keras Pelaksanaan Haji 2024
Ia menjelaskan, meskipun pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,85 persen secara tahunan, lebih tinggi dari angka nasional 5,39 persen, masih terdapat tantangan serius yang harus dihadapi secara kolaboratif.
“Kemiskinan masih berada di angka 6,78 persen dari total 50,7 juta penduduk. Ini harus ditangani melalui pemberdayaan, termasuk edukasi pertanian dan penguatan ekonomi berbasis komunitas,” tegasnya.
Selain itu, Jawa Barat juga menghadapi tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Karena itu, pendekatan mitigasi berbasis kearifan lokal dinilai menjadi penting untuk diperkuat bersama masyarakat.
“Kita harus menerapkan prinsip lingkungan seperti leweung kaian, gawir awian, lebak sawahan, legok balongan, dan darat kebongan,”lanjutnya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian serius adalah meningkatnya kasus kesehatan psikis di kalangan generasi muda.
“Fenomena anak muda yang menghadapi tekanan mental harus kita respons bersama. Kita dorong gerakan sosial berbasis nilai pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, melalui pendekatan getok tular di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melalui sambungan video call turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan ukhuwah dan kesejahteraan umat.
“Semoga kita semua diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, dan semakin kuat dalam menjalin silaturahmi,” pesannya.
Ketua Umum IPHI Erman Suparno, menyambut ajakan tersebut dan menegaskan kesiapan IPHI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“IPHI adalah organisasi kemasyarakatan berbasis kebangsaan yang harus memberi kontribusi nyata. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan kekompakan IPHI Jawa Barat yang dinilainya mampu menjadi contoh bagi daerah lain.
“Saya bangga dengan IPHI Jawa Barat yang tetap solid dan mandiri. Ini menjadi modal penting untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” lanjutnya.
Baca Juga: KDM Bakal Hadiri Silaturahmi Akbar Forum RT RW se-Kota Bandung
Ketua IPHI Jawa Barat, Ijang Faisal, menegaskan bahwa arah gerakan IPHI selama ini memang berakar pada penguatan ibadah dan keimanan yang berdampak pada perubahan sosial.
“IPHI tidak hanya menjaga ukhuwah, tetapi juga membangun gerakan berbasis keimanan untuk mendorong perubahan umat. Ini yang menjadi dasar kontribusi kami di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dihadiri jamaah dari berbagai daerah seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Garut, dan Sukabumi, yang menunjukkan kuatnya jaringan sosial IPHI di Jawa Barat.
“Kebersamaan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi penguatan rasa dan komitmen untuk terus memberi manfaat,” tambahnya.
Ketua Panitia Kegiatan, Mualip, menyampaikan, partisipasi jamaah mencerminkan tingginya kesadaran kolektif akan pentingnya silaturahmi sebagai bagian dari ibadah.
“Sekitar 1.600 jamaah hadir dari total sekitar 2.000 yang terlibat dan total bisa 3.000 dengan yang masih di perjalanan. Ini menunjukkan bahwa silaturahmi memiliki nilai yang tidak bisa diwakilkan,” jelasnya. (**)